Kementerian ESDM Optimis Potensi Lapangan Kerja Sektor Ketenagalistrikan Terbuka Lebar

Space Iklan

Ilustrasi jaringan listrik. (Foto: Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama ESDM)

Jakarta, InfoInfrastruktur.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis potensi lapangan kerja di sektor ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) akan terbuka lebar di masa mendatang. Pasalnya, tenaga kerja terampil di bidang ini sangat dibutuhkan dalam percepatan menuju target 23% bauran energi baru terbarukan di tahun 2025.

“Potensi lapangan kerja di bidang ketenagalistrikan sebenarnya masih terbuka luas. Selain yang bersentuhan langsung dengan sektor utama seperti pembangkitan, transmisi dan distribusi, tapi juga beroperasinya sektor pendukung, seperti industri trafo, kabel dan sebagainya,” kata Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Mineral (PPSDM) KEBTKE Kementerian ESDM Laode Sulaeman, Rabu (10/6/2020), dalam webinar bertemakan ‘Potensi Lapangan Kerja di Bidang Ketenagalistrikan’.

Pertumbuhan industri kabel, sambung Laode, menjadi salah satu contoh berkembang pesatnya serapan tenaga kerja. Data yang dimiliki oleh Aosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia (APKABEL), industri tersebut mengalami grafik yang positif di tahun 2020.

“Industri kabel tumbuh 10-15% di tahun ini. Sebut aja di Tangerang dengan luas wilayah yang tidak terlalu besar hampir ada 20 pabrik kabel yang butuh banyak tenaga kerja dan punya omset besar. Ini baru dari kabel,” tambah Laode Sulaeman.

Hal yang sama juga terjadi pada industri transformator (trafo). Keberadaan industri tersebut menjadi sokongan penting bagi pengembangan industri hilir ketenagalistrikan. Bahkan industri trafo di Indonesia menjadi salah satu yang terkuat di Asia Tengggara.

“Bayangkan saja program 35.000 MW akan membutuhkan trafo sebesar 33.000 MVA per tahun. Ini industri yang sangat diperlukan,” jelas Laode.

Menyinggung serapan tenaga kerja dalam pembangunan 35.000 MW, Direktur Human Capital dan Management PT PLN (Persero) Syofie Felienty Roekman menyatakan, tenaga kerja yang akan disiapkan oleh PLN adalah yang memiliki keahlian di sektor Energi Baru Terbarukan.

“Saat ini kamu sudah mulai menyiapkan baik dari formasi tenaga kerjanya maupun pegawai internal sendiri. Kami banyak merekrut tenaga-tenaga punya spesialisai energi baru terbarukan,” ungkap Syofie.

Syofie mengajak seluruh komponen bangsa untuk terlibat langsung di PLN. “Kami sangat terbuka bagi semua anak bangsa yang memiliki kompetensi, punya integritas yang baik untuk bisa memberikan kemampuannya kepada PLN untuk bisa membangun PLN lebih baik,” jelasnya.

Demi menangkap peluang tersebut, Kementerian ESDM melalui PPSDM KEBTKE telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu berdaya saing dan memiliki kompetensi andal. “Pembangunan infrsturktur tentu membutuhkan SDM yang memadai. Oleh karena itu, jika kita perhatikan salah satu dari lima fokus pembangunan 2020 – 2024 adalah bagaimana kita membangun SDM,” kata Laode.

Salah satu upaya yang ditempuh melalui penyelenggaraan sertifikasi kompetensi sebagai solusi persoalan ketenagakerjaan nasional selain pendidikan vokasi dan pemagangan berbasis komptensi di perusahaan. “Alhamdulillah kita sudah ada pintu melalui Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) PPSDM KEBTKE yang berpayung hukum melalui Keputusan Menteri ESDM dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BPSDM ESDM dari Badan Nasional Sertfikasi Profesi (BNSP),” ujar Laode.

Hingga Desember 2019, LSK PPSDM KEBTKE telah diikuti peserta hingga 3.200 orang dan LSP BPSDM hingga 287 orang. “PPSDM KEBTKE saat ini mampu menyelenggarakan sebanyak 460 okupasi dengan berbagai ruang lingkup. Tahun 2019 saja telah mensertifikasi 3.500 orang,” Laode menambahkan.

Untuk memudahkan keikutsertaan peserta, PPSDM KEBTKE telah menjalin kemitraan penyediaan tempat uji kompetensi dengan perusahaan dan 36 perguruan tinggi di seluruh wilayah Indonesia. “Tidak semua tempat uji kompetensi dipusatkan di Ciracas, Jakarta Timur,” pungkas Laode.

Di akhir diskusi, Laode meyakini serapan tenaga kerja di sektor ketenagalistrikan dan EBTKE akan semakin bervariasi seiring pesatnya pemanfaatan kendaraan listrik, rooftop PV hingga energy storage. (Mbayak Ginting)

dibaca oleh 1,431 orang

Space Iklan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*