Teknologi Radar “Laut Nusantara” Dapat Bantu Nelayan Tangkap Ikan

Space Iklan

Menteri Kelautan Dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) mengunjungi Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), Jembrana, Bali. (Foto: Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri – KKP)

Bali, InfoInfrastruktur.com – Menteri Kelautan Dan Perikanan Edhy Prabowo mengunjungi Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), Jembrana, Bali, Kamis (13/08/2020).

“Hari ini (Kamis,13/8) saya mengunjungi Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), tempat di mana terdapat radar untuk menjaga keamanan kelautan kita. Saya berharap, teknologi radar ini juga dapat mengidentifikasi sampah laut. Ini langkah maju yang dimiliki Indonesia. Mari kita bersama jaga laut Indonesia,” kata Menteri Edhy.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja menuturkan, teknologi radar juga dimanfaatkan untuk membantu nelayan menangkap ikan.

Melalui aplikasi Laut Nusantara, masyarakat nelayan, dapat menikmati kemudahan dan kecepatan akses informasi Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) serta informasi cuaca laut.

“Aplikasi Laut Nusantara merupakan bukti nyata hilirisasi dari riset unggulan yang telah dilakukan oleh BROL, untuk mendukung program KKP dalam hal inovasi riset dan peningkatan SDM kelautan dan perikanan,” terang Sjarief yang dikutip InfoInfrastruktur dari kkp.go.id.

Laut Nusantara memiliki fitur yang telah disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan nelayan, dengan didukung data dan informasi dari BROL yang dapat mendukung kenyamanan, keamanan dan efektifitas nelayan dalam menangkap ikan. “Teknologi dalam genggaman nelayan, sehingga aktivitas penangkapan ikan lebih efektif dan efisien,” tegas Sjarief.

Menteri Kelautan Dan Perikanan Edhy Prabowo mengunjungi Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), Jembrana, Bali. (Foto: Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri – KKP)

Sinergitas Kementerian Kelautan dan Perikanan

Sinergitas menjadi kekuatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam menjaga perairan Indonesia. Hal ini tercermin dalam keterlibatan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melalui Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Jembrana, Bali, yang membantu Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) dari sisi monitoring melalui teknologi radar satelit.

Teknologi radar yang dimiliki BROL adalah Bali Radar Ground Receiving Station (BARATA). BARATA merupakan satu-satunya stasiun bumi di Indonesia yang dapat menerima downlink langsung data RADARSAT-2 dan COSMO-SKYMED.

Proses tersebut memungkinkan keberadaan kapal-kapal pelaku Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing dapat diketahui secara real-time, sehingga dapat segera ditindak lanjuti dengan upaya penangkapan. Selain memantau aksi pencurian ikan, teknologi radar milik BROL juga dapat mendeteksi tumpahan minyak di perairan. (Mbayak Ginting)

dibaca oleh 1,239 orang

Space Iklan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*