84 Paket Lelang Bina Marga Jabar Batal Terealisasi, Pembangunan Fly Over Jalan Jakarta dan Laswi Tetap Berjalan

Space Iklan

Pembangunan Fly Over Jalan Jakarta tahap II mulai dikerjakan. (Foto: Infoinfrastruktur.com)

Bandung, InfoInfrastruktur.com  – Pembangunan infrastruktur di Jawa Barat (Jabar) terhambat pandemi COVID-19. Anggaran sejumlah pembangunan infrastruktur dialokasikan untuk penanganan COVID-19. 

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jabar A Koswara MP Koswara menyampaikan, anggaran awal Dinas BMPR Jabar tahun 2020 sekitar Rp1,552 triliun. Setelah dialokasikan untuk penanganan COVID-19, anggaran Dinas BMPR Jabar tahun 2020 menjadi Rp371 miliar atau sekitar 23,9 persen dari total anggaran awal. 

Pergeseran anggaran berdampak pada terhambatnya sejumlah pembangunan infrastruktur, khususnya jalan. Sekitar 84 dari 90 paket lelang Dinas BMPR Jabar tahun 2020 batal terealisasi. 

“Hal ini tentunya berpengaruh terhadap target-target kerja kita, terutama yang berkaitan dengan peningkatan pembangunan jalan,” ucapnya. 

Meski begitu, Kepala Dinas BMPR Provinsi Jabar A Koswara MP mengatakan, empat proyek pembangunan tetap berjalan dan diselesaikan pada 2020. Keempat proyek tersebut: pembangunan Fly Over Jalan Jakarta, pembangunan Fly Over Jalan Laswi, Jembatan Leuwi Gajah, dan Jalan Baros.

“Pertama Fly Over Jalan Jakarta dan Fly Over Jalan Laswi, karena pembangunan ini lanjutan. Kita fokuskan selesai tahun ini. Ada juga jembatan di Leuwi Gajah, yang mau diselesaikan tahun ini menjadi bertahap. Kemudian perluasan Jalan Baros,” kata Koswara di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (23/6/20). 

Pembangunan Fly Over Jalan Laswi tahap II mulai dikerjakan. (Foto: Infoinfrastruktur.com)

Peningkatan jalan yang target awalnya 68,59 kilometer berkurang menjadi 3,1 kilometer. Demikian juga dengan pembangunan jalan dan drainase. Target awal pembangunan jalan adalah 2,55 kilometer, sekarang menjadi 0. 

Koswara mengatakan, pergeseran alokasi anggaran tidak memengaruhi target pemeliharaan jalan dan jembatan yakni 230 kilometer.

“Rehabilitas jalan tinggal 48 meter dari 123,65 meter. Kemudian penggantian jembatan jadi tidak ada. Dan pembangunan jembatan asalnya 3 sekarang 2 full dan 1 bertahap,” katanya. 

Pembangunan infrastruktur dan paket lelang yang terhambat karena COVID-19, kata Koswara, akan dijalankan pada tahun 2021. “Sisanya ditarik menjadi pekerjaan di 2021,” ucapnya. (Mbayak Ginting)

dibaca oleh 2,145 orang

Space Iklan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*