Hambatan Tol Cisumdawu, Tanah Sudah Dibebaskan Tapi Belum Bisa Dibangun

Space Iklan

Tol Cisumdawu
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Humas Jabar)

BANDUNG, InfoInfrastruktur.com – Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, pihaknya sudah menerjunkan tim khusus untuk menyelesaikan hambatan pembangunan Tol Cisumdawu. Kendala yang jadi sorotan adalah sejumlah bidang tanah yang sudah bebas, namun belum bisa dibangun karena ada penolakan warga.

“Ada beberapa bidang lahan yang sudah bebas, namun belum dapat dikonstruksi karena ada penolakan dari warga. Tapi kami sudah terjunkan tim untuk diselesaikan,” tutur Luhut saat rakor percepatan pembangunan Tol Cisumdawu bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara virtual dari Gedung Pakuan Bandung, Selasa (15/6/2021).

Persoalan lainnya adalah tumpang tindih kawasan hutan dengan tanah warga, tanah kas desa, dan tanah adat. “Ada juga tanah wakaf yang sampai saat ini belum bebas,” ujar Luhut.

Terkait hal tersebut, kata Luhut, Menko Marves pun sudah meminta aparat penegak hukum mengawal penyelesaian masalah. ”Diperlukan pendampingan dari aparat penegak hukum dalam melakukan pendekatan, pengamanan dan penertiban,” katanya.

Sementara dalam rakor virtual tersebut,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan, Pemda Provinsi Jabar sudah melaksanakan tugasnya dalam pembangunan Tol Cisumdawu. 

Pemda Jabar kini tinggal membebaskan lahan untuk akses tol dari Dawuan menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka. 

“Sesuai tupoksi kami sudah 100 persen. Tinggal kami mengoordinasikan yang sambungan dari Cisumdawu ke BIJB,” ujar Ridwan Kamil.

Dalam pengerjaan Tol Cisumdawu sepanjang 60 kilometer, pemerintah daerah bertugas mengurusi pembebasan lahan. Sementara Kementerian PUPR mengerjakan konstruksinya. 

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil menuturkan, saat ini isu yang menjadi hambatan dalam pengerjaan Tol Cisumdawu yaitu pembebasan tanah kas desa. 

Pihaknya pun intens berkoordinasi dengan Pemkab Sumedang untuk menyelesaikan persoalan lokal tersebut. “Saya terus berkoordinasi dengan Pak Bupati (Sumedang) untuk menyelesaikan masalah lokal, itu tanggung jawab kami,” katanya.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, persoalan tanah kas desa yang menghambat pembangunan Cisumdawu kini sudah tuntas.

“Minggu kemarin sudah mengundang seluruh Camat yang berkaitan dengan lahan, semua sudah clear. Besok kita rapat Forkopimda untuk mengakselerasi,” ujar Dony.

Tol Cisumdawu ditargetkan rampung akhir 2021 atau awal 2022. Cisumdawu akan memangkas waktu perjalanan Bandung – BIJB dari tiga jam menjadi satu jam sehingga bandara kebanggan Jabar akan lebih optimal. (Gins)

dibaca oleh 2,875 orang

Space Iklan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*