Kadisdik Jabar: Masyarakat Makin Paham Menyekolahkan Anak Disabilitas

Space Iklan

Kadisdik Jabar Dedi Supandi memberikan arahan dalam "Pembinaan Kepala SLB, SMA, SMK Negeri dan Swasta di Lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X" di SLBN Pangeran Cakra Buana, Kabupaten Cirebon. (Foto: Disdik Jabar)

BANDUNG, INFOINFRASTRUKTUR.COM – Bertambahnya jumlah siswa sekolah luar biasa (SLB) di Jawa Barat merupakan bukti peningkatan mutu dan akses pendidikan, sekaligus semakin pahamnya masyarakat untuk menyekolahkan anak disabilitas. Jumlah siswa sekolah luar biasa (SLB) di Jawa Barat (Jabar) meroket. Dari 19.600 siswa pada tahun ajaran 2021-2022 menjadi 26.400 pada tahun ajaran 2023-2024.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar Dedi Supandi dalam “Pembinaan Kepala SLB, SMA, SMK Negeri dan Swasta di Lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X” di SLBN Pangeran Cakra Buana, Kabupaten Cirebon, Selasa (19/10/2022).

“Jadi, bukan makin banyaknya anak disabilitas, tapi makin banyak masyarakat yang memahami dan mengerti menyikapi pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak harus dengan gaya lama. Karena, mereka harus bergaul dan melakukan aktivitas,” tutur Kadisdik.

Kenaikan tersebut, lanjut Kadisdik, tak lepas dari inovasi program yang dikembangkan bagi siswa disabilitas, yakni Unit Layanan Disabilitas (ULD). ULD merupakan wadah untuk memberikan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus yang belum sekolah di SLB melalui pendampingan kader-kader PKK atau posyandu di desa.

“Jadi, jika ada kader posyandu menemukan anak disabilitas di desanya, kumpulkan dan sekolahkan ke SLB terdekat. Kalau jauh, fasilitas di balai desa,” katanya.

Program ini nantinya bisa menjadi cikal bakal berdirinya SLB. Saat ini, baru ada 386 SLB di Jabar. Enam di antaranya baru saja beralih dari swasta ke negeri. “Peralihan ke negeri ini tidak lain untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan,” tegas Kadisdik.

Kadisdik pun mendoakan SLB Jabar agar bisa menjadi yang terbaik dalam Lomba Kompetensi Siswa Nasional Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (LKSN-PDBK) tingkat nasional.

Sementara Kepala SLBN Pangeran Cakra Buana, Abdulah meyakini, siswa berkebutuhan akan berkembang melalui pendidikan. Ia pun mengaku kedatangan Kadisdik Jabar ini melipatgandakan motivasi kepala sekolah untuk menjadi kepala sekolah yang terus berinovasi.  

“Tugas kita adalah mengantarkan siswa untuk mampu mengasah minat dan bakatnya agar mandiri setelah lulus,” imbuhnya.

Kegiatan Pembinaan Kepala SLB, SMA, SMK Negeri dan Swasta ini juga dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Ambar Triwidodo ini.

Di sela acara 2010 bdg – Jumlah Siswa Sekolah Luar Biasa di Jabar Meroket, Kadisdik Jabar juga ikut menari bersama siswa-siswi SLB. (Bill)

dibaca oleh 1,228 orang

Space Iklan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*