Situ Bagendit Hadirkan Fungsi Ekologis dan Sosial

Space Iklan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan _Soft Launching_ Situ Bagendit hasil revitalisasi di Kabupaten Garut, Senin (21/8/2023). (Foto: Yogi Prayoga/Biro Adpim Jabar)

Garut, Infoinfrastruktur.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan _Soft Launching_ Situ Bagendit hasil revitalisasi di Kabupaten Garut, Senin (21/8/2023), kemudian dirangkai dengan penandatanganan Prasasti Penataan Situ Kemang Bogor, Situ Taman Sari Bogor, Situ Kandang Sapi Bogor, dan Situ Jatijajar Depok.

Gubernur Ridwan Kamil berharap Situ Bagendit yang sudah direvitalisasi bisa menghadirkan fungsi ekologis dan sosial bagi masyarakat sekitar.

“Kalau situ atau danau dekat dengan penduduk harus punya dua fungsi. Satu fungsi ekologis dan satu lagi fungsi sosial. Situ Bagendit juga sama harus ada fungsi sosial karena kalau _enggak_ nanti ditempati oleh hal-hal yang ilegal,” tandasnya.

Situ Bagendit ditata di atas lahan seluas 2,8 hektare yang terbagi enam zona, yakni Zona 1 untuk wisata publik, Zona 2 area kuliner, Zona 3 area _green school_ , dan Zona 4 area komersial. Selanjutnya Zona 5 untuk area _water sport_ , dan Zona 6 untuk area masjid dan konservasi.

Ruang lingkup pekerjaan meliputi pembangunan _jogging track_ sepanjang 6 km, taman teratai, taman bermain, pusat kuliner, restoran, masjid terapung, dan jembatan swafoto.

“Alhamdulillah, hari ini kita melakukan namanya _soft launching_ peresmian yang sifatnya menunggu arahan dari Bapak Presiden karena ini proyek yang dihibahkan oleh Presiden,” ucap Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menuturkan dengan dilakukan _soft launching_ menandakan Situ Bagendit secara administrasi sudah bisa digunakan secara maksimal.

“Tapi kalau beliau (Presiden Joko Widodo) memang kesulitan waktu, tentunya acara hari ini menandai bahwa pengelolaan Situ Bagendit sudah bisa digunakan secara maksimal, dimulai dari hari ini secara administrasinya,” tuturnya.

Kepada manajemen yang akan bertugas mengelola Situ Bagendit, Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil menitipkan tiga pesan yang harus dilakukan agar terus tertata rapi.

“Saya titipkan tiga hal, yakni kebersihan, ketertiban, dan pengelolaan. Jangan sampai dalam hitungan tahun karena pengelolaannya kurang maksimal akhirnya kembali menjadi tempat yang kurang maksimal tertata. Ini tantangan,” ucapnya.

“Maka kuncinya ada di manajemen, saya titip Pak Bupati kita selesaikan proses pengelolaan ini dengan sebaik-baiknya sesuai peraturan yang ada,” imbuh Kang Emil. (Ifr)

dibaca oleh 8,741 orang

Space Iklan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*