Food Estate Kalimantan Tengah Berkelanjutan, Perlu Disiapkan Bisnis Terintegrasi Dari Hulu Ke Hilir

Space Iklan

Food Estate Kalimantan Tengah
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengunjungi kawasan Food Estate di Blok A5, Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. (Foto: Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi)

KAPUAS, InfoInfrastruktur.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengunjungi kawasan Food Estate  di Blok A5, Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Selasa (05/04/2021). Menko Luhut didampingi oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Kunjungan kerja ini dilakukan untuk melihat progres pengembangan Food Estate Kalimantan Tengah sebagai salah satu daerah percontohan kawasan lumbung pangan di Indonesia.

“Bapak Presiden menginstruksikan agar pengembangan Food Estate ini bisa dijaga keberlanjutannya. Untuk itu, saya melihat perlu disiapkan bisnis proses yang baik dan terintegrasi dari hulu ke hilir pada sistem produksi pangan ini,” ungkap Menko Luhut.

Pendampingan harus dilakukan dengan baik dan kerja sama dari semua pihak demi lancarnya program prioritas nasional ini.

“Kawasan Food Estate Kalimantan Tengah yang berfokus di wilayah Eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG) selain untuk mendukung ketahanan pangan nasional, juga yang utama untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ungkap Menko Luhut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengunjungi kawasan Food Estate  di Blok A5, Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. (Foto: Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi)

Menurutnya, Lahan gambut yang dimanfaatkan dan terkelola dengan baik diharapkan dapat mengurangi resiko bencana kebakaran hutan dan lahan, juga mengurangi emisi karbon (gas rumah kaca) dari lahan gambut. “Untuk kondisi spesial ini, saya bisa sebut sebagai food estate multi-benefit,” tegasnya.

Kawasan Food Estate seluas 10.000 Ha di Kabupaten Pulang Pisau dan 20.000 Ha di Kabupaten Kapuas kini telah hampir seluruhnya diolah dan ditanami berbagai varietas padi. Berbagai Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait bahu membahu terus membangun kawasan ini.

Dalam kunjungannya, Menko Luhut dan para Menteri mengunjungi bengkel alat dan mesin (Alsin) milik Kementerian Pertanian. Bengkel Alsin ini dianggap masih perlu untuk ditingkatkan dari aspek peralatan dan perlengkapan.

“Kalau bisa TKDN Alsintan ini terus dioptimalkan. Upaya ini akan memberikan akses bagi petani mendapatkan alat yang lebih murah dan mudah mengoperasikannya,” ungkap Menko Luhut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengunjungi kawasan Food Estate  di Blok A5, Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. (Foto: Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi)

Selanjutnya, rombongan berpindah ke lokasi olah lahan, penanaman dan infrastruktur irigasi. Setiap K/L memberikan penjelasan terkait berbagai kemajuan serta hambatan yang ditemukan.

”Pada hari ini saya melihat bahwa prospek untuk pertanian berkelanjutan di lahan gambut sangat baik melalui sinergi dan kerja sama antar K/L terkait,” lanjut Menko Luhut dalam siaran pers yang disampaikan Biro Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi..

Menko Luhut juga menegaskan, aspek sains dan teknologi berperan penting dalam pengembangan Food Estate. Harus terjalin kerjasama yang kuat antara universitas di Kalimantan Tengah yang memahami kondisi dan kearifan lokal dengan universitas di luar negeri yang berpengalaman dalam pengembangan kawasan Food Estate.

Implementasi teknologi informasi dan komunikasi berperan sangat vital mulai dari komponen pra produksi, produksi, maupun pasca produksi termasuk prediksi panen dengan mengunakan satelit penginderaan jauh.

Menko Luhut dan para Menteri juga menyempatkan diri untuk melakukan dialog langsung dengan perwakilan petani. Para petani mengapresiasi adanya program Food Estate ini. Adanya lapangan perkerjaan yang terbuka lebih luas, serta terolahnya lahan yang ada dengan lebih maksimal.

Kegiatan ditutup dengan dilakukannya penanaman pohon secara simbolis oleh seluruh rombongan di mess Kementerian PUPR. Diharapkan seluruh rangkaian kunjungan yang telah dilakukan mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh K/L terlibat. (Infrared)

dibaca oleh 942 orang

Space Iklan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*