Atasi Abrasi, Pembangunan Pengaman Pantai Panjang Bengkulu Harus Selesai 2022

Space Iklan

Anggota Komisi V DPR RI Sudewo saat meninjau pembangunan pengaman pantai di pesisir Pantai Panjang, Bengkulu. (Foto: Arief/nvl)

BENGKULU, INFOINFRASTRUKTUR.COM – Anggota Komisi V DPR RI Sudewo mengatakan, pelaksanaan pembangunan pengaman di pesisir Pantai Panjang, Bengkulu sudah terealisasi sepanjang 9,5 km dari total keseluruhan 10 km.

Sudewo berharap kekurangan tersebut dapat diselesaikan di tahun anggaran 2022, agar air pasang laut yang sampai pada jalan raya tidak lagi mengganggu aktivitas dan mobilitas warga.

“Ada enam kabupaten di Provinsi Bengkulu yang berdekatan dengan sepanjang garis pantai. Itu juga harus mendapatkan perhatian dari Kementerian PUPR untuk dibangun pengamanan pantai agar tidak abrasi. Karena, air pasang akan sangat mengancam perumahan dan aktivitas warga dan nelayan. Tentunya juga akan mengganggu perekonomian,” kata Sudewo usai rapat dengan Gubenur Bengkulu Rohidin Mersyah beserta jajarannya, dihadiri pula perwakilan Kementerian PUPR di Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (4/10/2021) lalu.

Sudewo menerangkan,  perekonomian di Provinsi Bengkulu terendah kedua secara nasional. Kalau permasalahan infrastruktur tidak diperhatikan oleh pemerintah pusat tentu akan membahayakan perekonomian di Provinsi Bengkulu.

“Jika melihat asas pemerataan pembangunan dan asas keadilan pembangunan, Bengkulu harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Kalau tidak ada perhatian khusus dan tidak ada diskresi dari pemerintah pusat, Bengkulu tidak akan mampu mengejar ketertinggalan,” terang Sudewo.

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menambahkan, pemerintah pusat tidak boleh tutup mata terhadap kondisi riil jalan di Bengkulu. Hasil pertemuan rapat dengan Gubernur Bengkulu akan dijadikan sebagai bahan revisi Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Revisi ini harus gol agar anggaran APBN bisa intervensi terhadap jalan daerah, jalan provinsi maupun jalan kabupaten sehingga yang menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Mayoritas masukan dari para bupati adalah masalah pembangunan infrastruktur jalan di daerahnya masing-masing yang sangat memprihatinkan. Itu memberikan beban tersendiri kepada pemerintah kabupaten, mengingat APBD di setiap kabupaten itu sangat minim sekitar satu triliun, sementara beban pembangunan jalan daerah kabupaten sangat panjang,” pungkas Sudewo, dikutip dari dpr.go.id. (Infrared)

dibaca oleh 1,708 orang

Space Iklan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*