Boy Bob Agustan Nyinang: UPTD PJJ VI Segera Perbaiki Jembatan di Ruas Jalan Arjawinangun-Jagapura

Space Iklan

Jembatan di Ruas Jalan Arjawinangun-Jagapura , Desa Panunggul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon kondisinya rapuh. (Foto: istimewa)

BANDUNG, INFOINFRASTRUKTUR.COMKepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Wilayah Pelayanan VI Boy Bob Agustan Nyinang, S.T., M.T. memberikan respons yang cepat atas informasi kerusakan jembatan yang terjadi di Ruas Jalan Arjawinangun-Jagapura.

Kepada InfoInfrastruktur.com, Kamis (10/11/2022), Boy mengatakan, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat melalui UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan VI akan segera memperbaiki jembatan di Ruas Jalan Arjawinangun-Jagapura yang kondisinya rapuh.

Menurut Boy, keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian yang utama bagi Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang  Jawa Barat.  “Kami akan segera tindaklanjuti untuk perbaikan agar tidak membahayakan pengguna jalan,” kata Boy kepada InfoInfrastruktur.com.

Sebelumnya Anggota DPRD Provinsi Jabar Daddy Rohanady kepada InfoInfrastruktur.com, Kamis (10/11/2022) menyampaikan, jembatan di Ruas Jalan Provinsi Jawa Barat membutuhkan perbaikan karena kondisinya rapuh. Salah satunya jembatan di Ruas Jalan Arjawinangun-Jagapura , Desa Panunggul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.

Daddy menyatakan hal itu sebagai salah satu hasil termuannya ketika reses di Desa Panunggul. Ia menambahkan, jembatan yang rusak tersebut terletak di Ruas Jalan Arjawinangun-Jagapura.

Melihat lokasi tersebut, jembatan ini menjadi kewenangan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan VI, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat. Semestinya, penanganan yang dilakukan tidak menunggu terlalu lama.                                 

“Posisi jembatan berada tidak jauh, kalau tidak boleh disebut di depan Balai Desa Panunggul. Jadi, masyarakat dan aparat Desa Panunggul sangat tahu kondisi jembatan tersebut. Dengan demikian, saya paham betul jika mereka mengeluhkan kondisi jembatan itu kepada saya. Saya katakan juga kepada mereka bahwa kondisi itu akan disampaikan secepatnya kepada Kepala UPTD Wilayah VI Dinas BMPR Provinsi Jawa Barat,” papar Wakil Ketua Fraksi Gerindra itu.

Masalahnya adalah jembatan sudah mulai goyah. Hal itu bisa dipahami karena, salah satunya, dinding penyangga yang ada pada bawah jembatan sudah mulai melengkung. Selain itu, bagian tengah jembatan di jalan provinsi ini sudah berlubang. Posisinya yang berlubang adalah di bagian tengah jalan.

Berarti, dinding penyangga bawahnya harus diganti. Jika tidak, atau dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan jembatan akan ambrol. Jika itu terjadi, alternatif pengguna jalan Arjawinangun-Jagapura atau yang menuju Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu harus melingkar cukup jauh.

Mereka harus lewat Kota Cirebon lalu ke Gunungjati dan ke Karangampel. Atau alternatifnya tidak kalah dekat, yakni melalui Kertasmaya. Jika ingin menempuh jalur pintas, ada juga, tetapi harus melintasi jalur “totoang” di tengah persawahan.

Jembatan Panunggul memang hanya merupakan salah satu jembatan di jalan milik Provinsi Jabar. Secara keseluruhan di Jabar terdapat 1.295 jembatan. Total panjang jembatan tersebut adalah 16.485,9 km.

Ternyata, cukup banyak dari jembatan itu umurnya juga sudah cukup tua karena banyak yang dibangun pada zaman Belanda. Tidak aneh jika jembatan-jembatan seperti itu kondisinya sudah rapuh dan membutuhkan penanganan segera.

“Saya berharap DBMPR Provinsi cepat bertindak. Jangan menunggu sampai jembatan di Desa Panunggul Kecamatan Gegesik keburu ambruk,” pungkas anggota dewan dari dapil Jabar XII (Cirebon-Indramayu itu) yang rajin menulis itu. (Gins)

dibaca oleh 2,650 orang

Space Iklan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*