Kadisdik Jabar Dampingi Penjabat Gubernur di Akhasara Edupassion SMAN 3 Bandung

Space Iklan

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyu Mijaya mendampingi Penjabar Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin di acara Edufair "Akhasara Edupassion SMAN 3 Bandung”. (Foto: Disdik Jabar)

Bandung, Infoinfrastruktur.com – Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyu Mijaya dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Ai Nurhasan hadir mendampingi Penjabar Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin di acara Edufair “Akhasara Edupassion SMAN 3 Bandung”, Rabu (7/2/2024).

Bey mengapresiasi Edu Passion yang diselenggarakan SMAN 3 untuk seluruh siswa SMA/SMK se- Bandung Raya. Edu Passion, menurutnya, sangat bermanfaat bagi siswa kelas XII  untuk mendapatkan berbagai informasi seputar perkuliahan dan dunia kerja, termasuk beasiswa. 

“Edu Passion akan bermanfaat bagi teman-teman yang kelas XII. Semoga cita-citanya tercapai sesuai keinginan dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT,” pungkas Bey.

Sebagai alumni SMAN 3, Bey secara khusus mendorong kepada junior – juniornya untuk mulai berani berkarir di bidang militer dan kepolisan. Menurut Bey, profesi sebagai seorang anggota TNI/Polri, entah mengapa selama ini, jarang dipilih lulusan SMAN 3. 

“Anak SMA 3 itu paling jarang ada di militer dan polisi. Adapun jadi dokter polisi atau dokter TNI (dari jalur karir). Kalau di BUMN, pemerintahan, banyak anak SMA 3 yang sudah top, tapi begitu masuk militer nggak ada. Apakah karena terlalu serius hidupnya jadi tidak kuat untuk tes masuk TNI?” canda Bey lagi.

Bey Machmudin berpesan kepada para siswa SMA/SMK kelas XII yang sebentar lagi menginjak masa kuliah dan bekerja, agar berani mengambil keputusan dan mencoba berbagai pengalaman baru untuk masa depan cerah.

Salah satu keputusan yang menurut Bey perlu diapresiasi adalah berani kuliah di luar Bandung asalkan jurusannya sesuai dengan minat dan bakat. Hal itu Bey sampaikan ketika berbincang dengan siswa kelas XII bernama Titis yang katanya sejak kecil memiliki passion di bidang seni rupa.

Titis mengatakan berkeinginan mendaftar ke Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung. Ketika Bey bertanya mengapa tidak mencoba juga mendaftar ke Insitut Kesenian Jakarta, Universitas Gadjah Mada, atau Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Titis dengan polosnya mengatakan tidak diizinkan orang tua karena terlalu jauh dari rumah.

“Kalau (kuliah) di Bandung, mudah-mudahan saya tidak salah, kan dari kecil sampai kuliah dengan orang tua terus. Tapi kalau keluar kota,  sudah harus mulai mengatur hidup sendiri, mengatur cara belajar sendiri. Jadi kalau memang ada tantangan di luar kota, ambil. Hal itu akan menambah network teman-teman juga,” ujar Bey Machmudin. (Bill)

dibaca oleh 4,470 orang

Space Iklan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*