Kadis Pendidikan Jabar Monitor PPDB 2021 di Cadisdik Wilayah VIII

Space Iklan

PPDB Jabar 2021
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi melakukan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2021.

BANDUNG, InfoInfrastruktur.com – Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Jawa Barat (Jabar) Dedi Supandi melakukan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2021 di Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah VIII, yakni SMAN 1 Cileunyi, SMAN 1 Tanjungsari, dan SMAN 1 Sumedang, Selasa (15/6/2021). 

Dedi Supandi melihat langsung ujian kompetensi bagi seluruh pendaftar lewat jalur prestasi yang dilakukan SMAN 1 Cileunyi. “Prestasi yang diraih tidak cukup hanya sertifikat, tapi juga kita uji berdasarkan kompetensi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya. 

Selain itu, Dedi juga meninjau kesiapan sekolah dalam menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) dengan adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang rencananya digelar pada tahun ajaran baru mendatang.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Cileunyi Doyo menyampaikan, sesuai kebijakan Kadis Pendidikan Jabar, pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan dengan 2 metode daring dan luring. “Kegiatan pembelajaran tatap muka akan digelar melalui dua sif, yaitu pagi dan siang hari,” ujarnya.

Di hari yang sama, Dedi Supandi juga mengunjungi SMAN 1 Majalengka. “Sekolah-sekolah yang dulu disebut sekolah favorit biasanya suka jadi rebutan. Nah, biasanya ada permasalahan yang harus diselesaikan,” tutur Dedi di SMAN 1 Majalengka, Jalan Raya K.H. Abdul Halim No.113, Kabupaten Majalengka.

Dedi memastikan, selama pendaftaran tahap pertama tidak ada permasalahan server. “Jika ada isu server down, itu sama sekali tidak ada. Yang ada biasanya jaringan di pihak input kurang bagus. Kalau ada peserta yang kesulitan, kita juga membuka pelayanan di sekolah tujuan,” jelasnya.

Ia pun menegaskan, ketimpangan nilai yang terjadi saat masa PPDB pada jalur prestasi bukanlah data final. Sehingga, calon peserta didik maupun orang tua tidak perlu khawatir. 

“Karena, nilai tersebut bukan nilai final, tetapi akan dilakukan validasi nilai di masa verifikasi data,” tegasnya. (Gin)

dibaca oleh 712 orang

Space Iklan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*